Sebuah Bahaya


Ketika itu hujan deras tiba-tiba turun. Seorang anak kecil dan seseorang yang menurutku adalah ayahnya terburu-buru mencari tempat untuk berteduh. Mungkin mereka sedang lapar juga ku kira, karena akhirnya si anak dan orang tua itu masuk kedalam sebuah restoran donat terkemuka yang di dalamnya terdapat aku. Aku sendiri berada di restoran donat itu sebelum hujan turun. Dan inginku hanyalah mampir sejenak untuk menghilangkan rasa lapar. Atau mungkin juga sedikit rasa galau.
Seketika aku melihat mereka berdua sudah mendapat donat di atas meja itu. Tidak terlihat mereka sedang bercakap satu sama lain. Si anak sibuk dengan ponsel kecil miliknya. Sedangkan ayahnya dengan lahap memakan donat yang telah dihidangkan.

Lalu berselang beberapa waktu, terdengar suara dari mulut si anak,

“Terlalu banyak memakan donat akan membahayakan tubuhmu, yah!” ucapnya kepada sang ayah.

“Nak,” sang ayah membalas, “bahayanya itu tidak ada apa apanya dibandingkan dengan orang yang terlalu banyak memakan cinta!”

(April 2017)

Thaariq D.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s