Tentang Lelaki Harimau


“Cepatlah jawab sebenarnya apa yang kau lakukan petang itu kepada Ibumu, Ayahmu, dua adikmu dan seorang kakakkmu dan nenek dan kakekmu yang terbunuh dengan leher hampir terputus seperti bekas gigitan harimau? ” Tanya seorang polisi.

“Aku tidak tahu-menahu soal kejadian itu pak Polisi, aku berada di kamar sedang membaca buku. Kau melihat sendiri kan pak Polisi, saat kau meringsek masuk kedalam kamarku kau melihat aku sedang membaca.” Jawab pemuda itu. Cemas.

“Dasar kamu pembual. Bagaimana bisa kau tidak tahu kejadian itu sedangkan di rumah itu hanya ada kau dan hanya kau yang tersisa hidup dan kamu tidak tahu apa-apa soal itu?”

Polisi itu menjadikan hari-hari pemuda itu penuh dengan pertanyaan dan beruntung pemuda itu masih hidup atas pukulan-pukulan yang biasa diberikan polisi itu kepada para tersangka yang mencoba berbohong. Tapi sayangnya, kali ini pemuda itu tidak berbohong. Sangat jujur. Dan tidak pernah berbohong. Tapi ia harus kehilangan semua gigi depannya akibat pukulan dari pentungan itu.

**

Ia adalah pemuda yang pandai tapi malas. Sejak ia dikenalkan oleh teman sebangkunya di sekolah soal dunia sastra, ia rajin membaca buku. Mungkin sudah habis buku karangan sastrawan-sastrawan Indonesia dibacanya. Sastra itu menyenangkan,katanya. Jika kau pergi ke rumahnya, kau akan melihat rumahnya berantakan penuh dengan buku-buku puisi, kumpulan cerpen, atau pun novel yang berceceran.

Awalnya, sebelum ia kenal dengan dunia kesusastraan yang sesungguhnya ia hanya mengenal novel-novel picisan yang tidak layak dikatakan sebagai karya sastra. Ia ingat salah satu nama penulis itu diantaranya. Novel-novel penulis itu kerap menjadi bestseller di toko-toko buku terkenal. Aku tidak mengetahui apa sebabnya ia bisa menjadi penulis bestseller padahal novel-novelnya hanya pantas di baca oleh seorang banci karena namanya yang mirip nama seorang banci. Begitu katanya sambil tertawa. Aku sangat beruntung dikenalkan oleh salah satu temanku kepada dunia kesusastraan yang sesungguhnya sehingga aku bisa menikmati karya-karya yang layak disebut sastra.

Salah satu penulis Indonesia yang ia suka adalah Eka Kurniawan. Karyanya banyak di terjemahkan kedalam bahasa asing dan tak jarang bukunya masuk ke dalam nominasi Khatulisiwa Literary Award. Diantara karyanya yang ia suka berjudul Lelaki Harimau. Buku yang menceritakan seorang bocah yang terseret dalam tragedi pembunuhan dikarenakan kekuatan mistik. Menurutnya pemaparan tentang perkembangan psikologis para tokoh didalamnya dapat membuat sang pembaca mengambil banyak nilai moral. Buku inilah yang paling sering ia baca. Bagitupun saat polisi masuk meringsek kamarnya yang menemukan pemuda itu sedang berbaring sambil membaca novel itu. Lelaki Harimau. Saat digiring polisi yang memaksanya keluar rumah, di ruang tengah ia melihat seluruh keluarganya; Ibunya, Ayahnya, dua adik dan seorang kakaknya dan nenek dan kakeknya tewas mengenaskan dengan luka yang sama: leher yang hampir terputus. Ia merasa aneh dan tidak mengetahui kejadian itu karena sebelum ia ditangkap saat pagi ia masih sempat bercengkrama bersama mereka. Ia bingung dengan semua kejadian ini.

**

“Cepatlah jawab yang sesungguhnya sebelum pentungan ini menghabiskan seluruh gigimu.” Ancam polisi itu.

Mengingat-ngingat kejadian saat ia ditangkap oleh polisi itu maka ia terinagat novel itu: Lelaki Harimau.

“Ohya, aku ingat.. ini semua mungkin karena harimau itu. Bukan aku yang membunuhnya. Tapi harimau itu.” Jawab si pemuda.

“Maksudmu?” Tukas Polisi.

“Ada seekor harimau putih itu didalam tubuhku.”

Hari itupun berlalu, dan pemuda itu harus mendekam dibalik jeruji besi dengan sebelumnya ia telah kehilangan semua giginya.

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s